25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Romansa dan finansial adalah dua subjek yang kompleks dan berseberangan. Jika digabung secara serampangan, maka hal ini bisa menimbulkan bencana. Karena itu, memilih pasangan hidup yang baik bisa dibilang sebagai investasi jangka panjang.
Tentunya, kamu sering mendengar pasangan yang hubungan asmaranya menjadi berantakan karena permasalahan finansial. Tidak sedikit juga yang kemudian berpisah karena gagal dalam mengelola finansial bersama.
Dalam memilih pasangan yang hidup baik, tentunya harus ada keterbukaan dan saling mengungkapkan tujuan secara jujur untuk tujuan kebebasan finansial bersama. Meski begitu, hal-hal tersebut tetap tergantung pada aturan dasar, perjanjian, serta strategi keuangan yang telah disepakati bersama sejak memulai suatu hubungan.
Komunikasi merupakan kunci cara memilih pasangan hidup yang baik. Semakin awal komunikasi dimulai, maka semakin baik. Sebaiknya, komunikasi yang baik itu sudah harus dimulai sejak masih pacaran hingga kemudian di jenjang pernikahan.
Selain itu, kejujuran juga harus ditekankan dalam cara memilih pasangan hidup. Dengan mengedepankan kejujuran, sikap saling percaya dalam mengarungi bahtera rumah tangga akan muncul, termasuk dalam pengelolaan keuangan bersama.
Perlu kamu tahu, dalam memilih pasangan hidup tentulah tujuannya adalah memperoleh seorang pendamping yang dapat dipercaya perihal finansial. Pasanganmu sebaiknya harus mampu berkolaborasi denganmu dalam mengelola keuangan bersama.
Baca Juga:
Ketika Penghasilan Pasangan Lebih Besar. Apa yang Harus Dilakukan?
Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan ketika kamu dan pasanganmu akhirnya memutuskan untuk melakukan pengelolaan keuangan bersama:
Nah, apabila kamu dan pasanganmu sudah memiliki pandangan dalam hal pengelolaan keuangan maupun investasi yang serupa. Ada baiknya kamu dan pasanganmu menerapkan beberapa strategi berikut!
Hal yang paling penting adalah mengenali tingkat toleransi diri sendiri dan pasanganmu terhadap risiko dari setiap instrumen investasi jangka panjang yang hendak dipilih.
Jangan sampai nih, maunya untung cepat lalu memilih investasi yang cukup agresif. Kemudian, malahan jadi stres lantaran liat begitu berfluktuasinya harga pasar. Harga instrumennya turun sedikit aja langsung panik mau jual.
Untuk beberapa instrumen investasi jangka panjang, kamu dan pasanganmu akan butuh modal besar demi mendapatkan imbal yang sepadan. Contohnya seperti investasi properti.
Jadi, ada baiknya kamu dan pasanganmu menabung terlebih dahulu hingga mencapai jumlah yang diinginkan, kemudian baru masuk ke instrumen investasi jangka panjang incaran.
Nah, ini termasuk yang paling susah. Untuk bisa investasi jangka panjang dan mendapatkan hasil yang sepadan sesuai yang diharapkan, tentunya kamu dan pasanganmu butuh perjuangan.
Contoh kecilnya, uang untuk investasi kadang terpakai untuk keperluan lain yang dirasa lebih darurat. Ini sudah hal yang biasa terjadi. Karena itu, kamu dan pasanganmu harus punya komitmen yang tinggi agar tetap konsisten berinvestasi.
Well, salah satu instrumen investasi yang patut kamu coba bersama pasanganmu adalah Peer to Peer (P2P) Lending. Salah satu situs investasi P2P Lending Produktif yang aman dan tepercaya adalah Amartha.
Amartha merupakan perusahaan pionir P2P Lending yang menghubungkan pendana urban dengan perempuan pengusaha mikro di pedesaan sebagai peminjam. Dengan berinvestasi di Amartha, kamu bisa mendapatkan bagi hasil hingga 15% flat per tahun sekaligus menciptakan dampak sosial berupa pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi, lho.
Yuk, daftar sekarang!
02 Mar 2026