25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 4 min read

Dunia tengah dibuat heboh dengan kondisi krisis yang diderita Evergrande. Evergrande merupakan perusahaan properti raksasa asal China yang terkuak memiliki utang dengan nilai fantastis 300 miliar US$.
Krisis Evergrande ini ramai dibicarakan oleh masyarakat di berbagai negara. Kondisi krisis ini bisa memberi dampak besar bagi perekonomian dunia.
Berikut beberapa fakta yang perlu dipahami tentang krisis dari Evergrande Group ini:
Nilai utang yang harus ditanggung oleh Evergrande begitu besar. Telah disinggung sebelumnya bahwa utang tercatat senilai 300 miliar US$ yang artinya setara dengan kurang lebih Rp4.270 triliun. Angka ini jelas sangat besar sehingga tak mengherankan jika membuat warga dunia tercengang dibuatnya.
Dengan jumlah yang begitu besar ini maka Evergrande diprediksi akan mengalami gagal bayar. Kondisi inilah yang sebenarnya memang sudah terjadi saat ini dan memicu munculnya krisis.
Padahal Evergrande merupakan perusahaan besar yang tentunya krisis tersebut akan memberi pengaruh dan risiko baru bagi perekonomian di seluruh dunia.
4 Lokasi yang Cocok untuk Investasi Tanah
Krisis Evergrande adalah kondisi yang wajib untuk diwaspadai oleh semua pihak. Telah diketahui bahwa Evergrande sendiri merupakan perusahaan konstruksi terbesar yang ada di China. Tentunya krisis yang dialami oleh perusahaan tersebut bisa menghantam perekonomian dunia, termasuk salah satunya yaitu Indonesia.
Evergrande tercatat punya keterkaitan erat dengan ekonomi China karena asetnya memang sangat banyak dan jangkauannya begitu luas.
Tak hanya China, Evergrande pun juga menjangkau luas ke pasar domestik hingga mancanegara. Itulah mengapa para ahli khawatir kalau krisis Evergrande ini bisa mengancam kondisi perekonomian dunia.
Kondisi krisis di perusahaan Evergrande ini ternyata sempat menghentikan perdagangan obligasi tepatnya di tanggal 16 September 2021 lalu.
Hal ini terjadi ketika perusahaan tersebut membuat penangguhan perdagangan yang terjadi di pasar reguler.
Memang sebenarnya perdagangan tetap berlangsung secara teknis hanya saja dilakukan lewat transaksi negosiasi demi mengendalikan volatilitas.
Apakah krisis ini akan memberikan dampak besar bagi dunia properti Indonesia? Disebutkan bahwa kondisi krisis ini memang tetap akan memberikan pengaruh, hanya saja tidak akan terasa begitu berat bagi Indonesia.
Hal ini disebabkan oleh pasar properti tanah air bersifat lokal sehingga pengaruh dari krisis di Evergrande tersebut tidak akan terasa besar.
Dampak paling besar akan dialami oleh proyek-proyek properti yang berskala besar dan dipegang oleh pihak pengembang asal China. Beberapa jenis proyek tersebut mungkin akan mengalami kendala dan tersendat perkembangannya.
Namun sebagian besar proyek properti di Indonesia diprediksi masih bisa berjalan sesuai perencanaan. Apalagi untuk jenis proyek yang sudah tak membutuhkan asupan dana dari China.
Lebih Suka Tinggal di Apartemen, Ini Tips Pilih Apartemen Sesuai Budget!
Kondisi krisis di perusahaan Evergrande ini kemudian memicu publik untuk membuat perbandingan. Jika dibandingkan dengan krisis Lehman Brothers yang terjadi pada tahun 2008 silam, krisis ini memiliki efek yang lebih ringan.
Efek domino yang akan disebabkan oleh Evergrande ini diperkirakan tidak akan seberat efek dari krisis yang terjadi pada saat itu. Meskipun memang efek dari Evergrande ini tetap tak bisa dianggap ringan.
Krisis Evergrande menjadi ancaman tersendiri di dunia properti dunia. Tentunya kondisi krisis ini harus diwaspadai bersama meskipun banyak pihak mengatakan bahwa efeknya tak akan terlalu berat.
Saat ini masyarakat dunia memusatkan perhatian mereka kepada pihak China untuk mengetahui langkah seperti apa yang akan diambil demi menyelesaikan kondisi krisis.
Tags
02 Mar 2026