25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Pernah mengalami penambahan pemasukan, tapi malah pengeluaran juga bertambah? Hati-hati, bisa jadi kamu mengalami lifestyle inflation.
Seiring bertambahnya tahun, beberapa perusahaan biasanya memiliki kebijakan kenaikan gaji. Tak hanya saat itu, terkadang beberapa orang tak cukup dengan gaji. Caranya dengan mencari tambahan pendapatan lain.
Namun, dengan keadaan itu, ada beberapa orang yang lalai, dan malah makin boncos. Gimana ya cara mengatasi keadaan itu?
Lifestyle inflation adalah suatu keadaan dimana biaya hidup meningkat, seiring dengan kenaikan pendapatan. Padahal dengan kenaikan pendapatan ini, harusnya bisa menambah tabungan, atau bahkan melunasi utang.
Namun, perlu digaris bawahi, ada juga inflasi gaya hidup yang baik. Meskipun di beberapa kasus, banyak buruknya.
Sebenarnya ada beragam contoh inflasi gaya hidup. Baik itu yang positif ataupun negatif.
Ada beberapa kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi saat gaji masih rendah. Misalnya:
Dan masih banyak hal lain. Namun, tetap harus dikontrol supaya tidak boncos.
Intinya, kegiatan-kegiatan ini membuat penambahan pendapatan malah tidak memiliki efek jangka panjang. Sebab keuangan jadi tidak baik.
Baca Juga: Gak Gengsi, 6 Crazy Rich Ini Terapkan Gaya Hidup Frugal

Kalau sudah mengalami contoh-contoh buruk lifestyle inflation, kamu harus segera mengatasinya. Hal tersebut dilakukan supaya kondisi keuangan kamu jadi lebih sehat. Begini caranya:
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbarui perencanaan keuangan yang ada. Semua harus dirinci, mulai dari kebutuhan hingga tabungan yang harus disiapkan.
Kamu bisa membuat perencanaan keuangan jangka pendek hingga panjang. Pastikan perencanaan ini bisa lebih baik dari sebelumnya, ya. Ingat, selalu utamakan kebutuhan.
Setelah membuat perencanaan, plotkan masing-masing kebutuhan dalam sebuah wadah atau bahkan akun bank. Misalkan uang untuk kebutuhan sehari-hari ditempatkan dalam sebuah akun, sedangkan dana kesehatan beda tempat. Kemudian, tabungan dan dana darurat juga ditempatkan secara terpisah.
Kamu bisa menempatkannya dalam berbagai bentuk untuk masing-masing rencana jangka pendek atau panjang. Bisa dalam bentuk cash, debit, maupun investasi.
Seringkali orang masing bingung dalam melakukan analisis pada keuangannya. Maka dari itu, jasa dari konsultan keuangan dibutuhkan. Apalagi jika penghasilan kamu cukup besar.
Tidak ada salahnya jika kamu mengkonsultasikan masalah keuangan ke ahlinya. Sisihkan budget untuk masa depan keuangan kamu.
Langkah terakhir yakni menambah nominal tabungan. Ingat, jangan menunggu sisa untuk menabung, melainkan sisihkan pada awal gajian.
Nah, apabila kamu menambah nominal tabungan, maka plot yang lain harus bisa menyesuaikan sisa uang yang ada. Dengan begitu, tidak ada alasan membeli barang tidak jelas.
Salah satu cara menabung yang bisa diterapkan adalah investasi di Amartha. Platform yang satu ini cocok untuk kamu yang mau berinvestasi online.
Dengan dana minimal Rp100.000, kamu bisa mendapatkan keuntungan hingga 15% flat per tahun. Bisa menambah pendapatan, kan? Jadi, tidak ada lagi lifestyle inflation di hidup kamu. Invest sekarang juga, yuk!
Tags
02 Mar 2026