25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Beberapa waktu belakangan ini, istilah generasi sandwich menjadi populer di tengah masyarakat. Lantas, apa sih sebenarnya generasi sandwich itu?
Generasi sandwich adalah sebuah istilah yang mengartikan posisi finansial seseorang yang terhimpit di antara generasi atas dan bawahnya sekaligus.
Dengan kata lain, orang yang merupakan generasi di tengah-tengah tersebut harus bertanggung jawab atas kehidupan tiga generasi. Selain menanggung kehidupan diri sendiri dan anak-anaknya, generasi sandwich juga harus menanggung kehidupan orang tuanya.
Sekarang ini, banyak dari kaum milenial yang berada dalam kondisi menjadi generasi sandwich. Terjadinya hal semacam ini juga sebenarnya bisa dibilang sudah ada secara turun temurun.
Generasi sandwich timbul karena minimnya perencanaan dan kesiapan finansial orang tua untuk masa pensiunnya. Pada akhirnya, anak-anak mereka yang terpaksa memikul tanggung jawab finansial untuk menghidupi orang tuanya.
Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan Dari Penghasilan Yang Tidak Tetap
Nah, agar dapat memutus mata rantai semacam ini, berikut ini adalah beberapa tips mengatur keuangan bagi generasi sandwich!
Pada umumnya, generasi sandwich terhimpit dengan prioritas keuangan bagi para anggota keluarga, termasuk orang tua dan anak. Supaya tetap bisa membantu orang tua, beberapa hal mungkin juga harus dikorbankan.
Pastikan yang menjadi prioritas adalah pengeluaran untuk kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan orang tua, seperti asuransi kesehatan.
Meski terdengar klise dan normatif, menabung pada kenyataannya memang tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi, sebagai generasi sandwich yang kondisi finansialnya “terjepit” karena harus menghidupi anak dan orang tua sekaligus.
Sebagai langkah awal, kamu bisa mengalokasikan dana dari pendapatan untuk menabung dalam jumlah yang tidak terlalu besar.
Yang penting ada dana ekstra yang “parkir” di rekening kamu. Dengan begitu, pelan tapi pasti kamu akan terbiasa menabung.
Tingginya beban finansial sebagai generasi sandwich tentunya tidak akan lagi jadi halangan karena menabung sudah menjadi kebiasaan.
Setelah disiplin dalam menabung, kamu juga bisa mencoba mencari penghasilan tambahan. Dengan meningkatkan pendapatan, kamu bisa saja lebih mudah menjalani hidup sebagai generasi sandwich.
Jadi, meski membiayai orang tua, kamu tetap bisa menyokong finansial keluargamu secara optimal. Rencana-rencana finansial kamu pun bisa tetap dijalankan.
Penghasilan tambahan bisa didapat dengan berbagai cara, baik dengan pekerjaan sampingan atau mulai berbisnis. Supaya tidak menyulitkan, kamu dapat mencari pekerjaan sampingan yang sesuai dengan skill milikmu di pekerjaan utama.
Berbisnis juga bisa menjadi pilihan yang menarik. Kamu bisa memulainya dengan mencoba berbisnis online, yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Selain punya tabungan, memiliki investasi juga berperan penting dalam memutus rantai generasi sandwich. Pasalnya, investasi dapat meningkatkan nilai aset guna mempersiapkan kondisi finansial yang lebih baik di masa depan.
Sebaiknya kamu harus punya tujuan investasi yang jelas. Misalnya, menyiapkan dana yang cukup untuk masa kini dan masa tua nanti biar tidak menyusahkan anak-anak.
Nah, salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih oleh generasi sandwich adalah P2P Lending. Investasi ini bisa dimulai dengan modal yang kecil, yaitu investasi mulai 100 ribu rupiah aja.

P2P Lending Amartha adalah opsi P2P Lending yang wajib masuk dalam daftar instrumen investasi kamu. Pasalnya, Amartha adalah pionir perusahaan P2P Lending di Indonesia.
Dana yang kamu investasikan di Amartha akan disalurkan untuk membiayai modal usaha para perempuan pengusaha mikro di pedesaan, lho. Selain menyalurkan modal usaha, Amartha juga memberikan layanan pendampingan dan pelatihan keuangan. Hal tersebut agar dana yang disalurkan tepat guna dan tepat sasaran.
Sebagai investor atau pendana, Amartha menawarkan bagi hasil hingga 15% flat per tahun dengan pengembalian pinjaman setiap minggu. Gak perlu khawatir karena Amartha sudah terdaftar dan memiliki izin dari OJK.
Tunggu apalagi, yuk investasi sekarang!
Tags
25 Feb 2026