25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Penipuan digital umumnya menggunakan platform contohnya seperti email, media sosial, telepon, serta aplikasi yang tidak jelas keamanannya. Sebenarnya, cara terhindar dari penipuan digital menjadi hal yang tidak sulit.
Sebagai pengguna, kita harus cermat serta teliti sehingga tidak terjerumus dalam modus penipuan. Pengguna juga harus cermat dalam memilah-milah kebenaran informasi.
Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menghindari tindak penipuan ini, antara lain:
Penipuan digital adalah tindakan yang memiliki tujuan menipu korban dengan menggunaka modus daring dengan menggunakan aplikasi serta platform. Penipuan ini tidak dapat terjadi jika kita tidak memberikan informasi peribadi.
Pastikan untuk menjaga informasi pribadi dengan cara tidak sembarangan memberi pada instansi atau orang lain. Informasi pribadi yang harus kamu jaga ini seperti alamat, nomor telepon, nomor rekening dan berbagai data penting lain.
Selain itu hindari sembarangan mengirim foto selfie atau foto kartu bank, karena sekarang cukup banyak modus yang memintamu mengirim foto selfie bersama dengan KTP.
Cara terhindar dari penipuan digital yang lainnya ialah jangan pernah memberi kode OTP. OTP atau yang sering disebut dengan one time password adalah kode yang dikirim dari pesan, email atau telepon pada pemilik akun.
Biasanya, OTP digunakan untuk validasi tindakan tertentu, contohnya seperti ketika ingin membuat dan memindahkan akun, langkah konfirmasi transaksi dan mengubah sandi.
OTP dapat dikatakan sebagai portal agar akun bisa terhindari dari tindak pencurian maupun penyalahgunaan akun. Oleh sebab itu ketika ada pihak yang meminta kode OTP, akan lebih baik kamu tidak menjawabnya.
Baca Juga: Waspada Modus Baru Penipuan Fintech P2P Lending!
Salah satu cara mengetahui penipuan online adalah pemberian hadiah atau iming-iming yang luar biasa. Umumnya, mereka akan memberikan iming-iming hadiah yang terkesan tidak masuk akal dan mudah untuk memperolehnya.
Ketika mendapatkan penawaran ini, jangan terburu-buru untuk menyetujuinya. Kamu bisa berpikir dengan logis dan tenang agar tidak masuk dalam perangkapnya. Lebih baik, cari informasi tambahan serta sumber yang dapat dipercaya, contohnya seperti customer service.
Lebih-lebih jika kamu yakin tidak mengikuti undian apapun namun tiba-tiba kamu mendapatkan hadiah tanpa diduga.
Umumnya, ketika menjalankan tindakan penipuan, pelaku akan memberi sejumlah alasan serta penawaran menarik agar memperoleh apa yang mereka incar. Agar memperoleh keuntungan yang ditawarkan, kamu akan diminta untuk melakukan sesuatu.
Mungkin kamu akan diminta untuk memberikan sejumlah data pribadi atau diminta untuk transfer sejumlah uang. Jika hal ini terjadi, kamu tidak perlu melanjutkan pembicaraan dengan si pelaku.
Bila kamu memperoleh informasi serta tawaran yang berasal dari akun sosial media di sebuah instansi, pastikan kembali bila media sosial tersebut adalah media resmi serta dipegang secara langsung oleh instansi tersebut.
Sekarang ini, ada begitu banyak media sosial bodong yang mengatasnamakan instansi. Oleh sebab itu agar tidak terjebak dengan hal ini, pastikan kebenaran akun tersebut dengan mengecek website resmi.
Cara terhindar dari penipuan digital sebenarnya tidak sulit seperti yang dibayangkan. Selain menghindari tindak penipuan, kamu juga bisa mulai fokus investasi untuk masa depan. Salah satu produk investasi yang bisa kamu jadikan pilihan adalah P2P lending Amartha. Dengan berinvestasi di sini, kamu bisa memperoleh imbal hasil hingga 15% flat per tahun.
Tags
02 Mar 2026